• ||KONSULTASI KESEHATAN - WANITA||HAID||STRES||ANYANG"​||KESUBURAN||BUMIL||HEPATITIS||HIV-AIDS||

Rabu, 15 Februari 2012

INFEKSI & KEHAMILAN


A.    PENCEGAHAN INFEKSI :
·         Kewaspadaan Universal
·         Cuci Tangan & Aseptik/Antiseptik
·         Barier Protektif
·         Proses PI Peralatan & Prosedur
·         Penanganan Bedah Tajam
·         Pengelolaan Limbah

B.     STERILISASI :
·         Instrumen harus dicuci bersih sebelumnya
·         Sterilkan dengan autoclave atau oven
·         Membunuh semua jenis mikroorganisme termasuk yang memiliki endospora

C.     DISINFEKSI TINGKAT TINGGI :
·         Rebus dalam air mendidih atau kukus selama 20 menit, rendam secara sempurna
·         Klorin 0,1% selama 20 menit (klorin korosif terhadap metal)
·         Membunuh semua mikroorganisme kecuali yang memiliki endospora

D.    ANTISEPTIK :
·         Bakterisid/bakteriostatik kulit & mukosa
·         Dapat dicampurkan dengan sabun cuci tangan rutin/bedah atau pembasuh luka
·         Penyiapan daerah operasi
            → Contoh larutan antiseptik:
1.      Isopropyl alcohol
2.      Chlorhexidine gluconate
3.      Iodine/iodophor

E.     INFEKSI
Infeksi nifas :
Demam pascapersalinan (≥38,5C) yang terjadi sejak hari kedua pascapersalinan yang disertai dengan gejala infeksi lainnya (nyeri, lochia sanguinea purulenta, sekret berbau, eritema, dsb)

F.      INSIDENS DAN RANAH
·         Penyebab utama kematian maternal di negara berkembang
·         Terjadi pada persalinan traumatik dan tidak bersih
·         Komplikasi dapat berupa: syok, abses pelvik dan pelvio thrombosis

G.    PATOFISIOLOGI
·         Flora normal pada traktus genitalis adalah potensial patogenik
·       Fungsi protektif selaput ketuban akan hilang bila selaput pecah jauh sebelum lahirnya bayi
·         Infeksi intrapartum ditandai dengan meningkatnya lekosit dan C-reactive protein
·         Persalinan traumatik memberi peluang bagi invasi mikroorganisme

H.    FAKTOR PREDISPOSISI
·     Trauma dan nekrosis jaringan selama persalinan menjadi mekanisme dan media bagi infeksi
·         Diskontinuitas kulit/mukosa (mis, episiotomi, seksio, laserasi, dsb)
·         Partus lama dan ketuban pecah sebelum waktunya
·         Gizi dan hygiene yang buruk

I.       BAKTERI PENYEBAB :
·         Paling sering:
Esherichia coli, Klebsiella, Proteus & Bacteroides fragilis
·         Penyerta:
Clostridium, Staphylococcus aureus & Pseudomonas
·         Eksogenik:
Group A beta-hemolytic streptococci

J.       GAMBARAN KLINIK
·         Umumnya mulai dari 2-3 hari postpartum demam,nyeri perut bawah,nyeri tekan uterus
·         Disertai pula dengan: lemah, anoreksia, lochia berbau
·         Penyakit makin berat bila terjadi demam tinggi dan gejala peritonitis
·  Group A beta-hemolytic streptococci adalah bakteri utama pada peritonitis dan septikemia

K.    INFEKSI NIFAS DAPAT BERUPA:
·         Endomyometritis
·         Infeksi saluran kemih
·         Infeksi luka episiotomi atau seksio
·         Mastitis
·         Pelvio atau femoral thromboflebitis
·         Apendisitis
·         Lain-lain: infeksi saluran pernafasan atas

L.     PENCEGAHAN
·         Gunakan teknik aseptik
·     Antibiotik profilaksis pada seksio sesar dan KPSW (cefotaxime atau ampicillin dosis tunggal 1-2gr terbukti menurunkan kejadian infeksi)

M.   TERAPI
·         Persalinan pervaginam: ampicillin 1g/6jam
·         Seksio sesar:
§  flagyl 500mg/8jam + cefoxitin 2g/6jam; atau
§ aminoglikosida (gentamycin/tobramycin) 60-100mg/8jam + clindamycin 900/8jam
·         Antibotika diberikan hingga 48jam bebas demam
· Bila demam berlanjut setelah pemberian kombinasi aminoglikosida-clindamycin,tambahkan golongan penisilin untuk mencakup enterococci

PERHATIKAN!
·         Makin banyak jenis antibiotika diberikan,akan makin tinggi risiko kolitis nekrotik
·   Antibiotika diekskresikan melalui ASI tetapi pada banyak kasus, jumlahnya tidak bermakna secara klinik
·         Hindarkan penggunaan tetrasiklin

HAL PENTING
·    Infeksi episiotomi: beri antibiotika, lepaskan jahitan bila banyak pus dan lakukan irigasi
· Fascitis nekrotik: kasus jarang, bila terjadi dapat berkembang secara progresif, timbul gangrene dan risiko tinggi sepsis (selain antibiotika lakukan debridement)


Perhatikan!
·         Septik pelvio thromboflebitis umumnya disebabkan oleh bakteri anaerobik
·         Pasien sudah mendapat antibiotika tetapi demam tinggi tetap terjadi:
o   Singkirkan penyebab lain
o   Berikan heparin (60-80 IU/kgBB) dan gejala seharusnya membaik setelah pemberian obat ini

N.    MASTITIS
Umumnya membaik dengan pemberian penicilin dan derivatnya (methicillin atau cloxacillin) selama 7-10 hari :
·         Tetap menyusukan bayinya
·         Insisi dan drainase bila terjadi abses

O.    KASUS KHUSUS
Septik syok pascapersalinan
kasus dengan sakit berat atau gejala toksik yang ditandai dengan perubahan hemodinamik atau keseimbangan asam-basa dan demam tinggi setelah persalinan pervaginam atau abdominam

P.      PENYEBAB SEPSIS PASCA PERSALINAN
Umumnya bakteri gram-negatif (mis. E.Coli) atau gram-positif (staphylococci, anaerobic Streptococci, clostridium) :
·         Endotoksin dinding sel bakteri menimbulkan lesi pada pembuluh darah dan reaksi vasodilatasi
·         Terjadi hypotension/hypoperfusion

Q.    RANGKUMAN
·         Infeksi persalinan dan nifas merupakan masalah utama kualitas pelayanan
·         Diperlukan ketepatan diagnosis
·         Lakukan pengobatan dini dan agresif
·         Pencegahan lebih baik dari pengobatan


KETUBAN PECAH DINI (KPD)
 Tujuan
·         Definisi
·         Diagnosis
·         Penatalaksanaan pada preterm dan aterm
Definisi
Pecahnya ketuban sebelum waktu persalinan dimulai
·         Preterm < 37 minggu (PPROM)
·         Term ≥ 37 minggu (TPROM)
Periode laten
·         Waktu saat pecahnya membran sampai dimulai persalinan
·         Semakin muda usia kehamilan semakin lama periode laten
·         Pada kehamilan aterm 90% akan memulai persalinan dalam 24 jam
·         Pada kehamilan 28-34 minggu :
o   50% bersalin dalam waktu 24 jam
o   80-90% bersalin dalam waktu 1 minggu

PENYEBAB KETUBAN PECAH DINI
·         Idiopatik
·         Infeksi (mis: vaginosis bakterial)
·         Polyhidramnion
·         Inkompeten servik
·         Anomali uterin
·         Akibat pemasangan cerclage pada servik atau amniosentsis
·         Trauma

DIAGNOSIS KETUBAN PECAH DINI
·         Riwayat sebelumnya
·         Pemeriksaan dengan spekulum steril (hindari pemeriksaan digital) :
o   Cuci vagina
o   Cairan terkumpul di fornik posterior
o   Cairan bebas dari servik
o   Pemeriksaan pH cairan (kertas nitrazin) ; tidak spesifk
o   Fernig; gambaran daun pakis
·         USG-normal bila jumlah cairan cukup

KOMPLIKASI KETUBAN PECAH DINI
·         Infeksi fetus/neonatus
·         Infeksi ibu
·         Kompresi atau prolaps tali pusat
·         Gagal induksi dan diikuti oleh SC

KOMPLIKASI KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN
Preterm :
·         Persalinan dan kelahiran preterm
·         Infeksi fetus dan neonatus
·         Infeksi ibu
·         Prolaps dan kompresi tali pusat
·         Gagal induksi dan diikuti oleh SC
·         Hipoplasia paru (oligohidramnion berat)
·         Deformitas pada paru

MANAJEMEN UMUM
·         Nilai kesejahteraan ibu dan bayi
·         Pastikan diagnosis
·         Nilai keadaan serviks dengan pemeriksaan spekulum (steril)
·         Cegah pemeriksaan serviks digital
·         Nilai kondisi yang memerlukan manajemen lanjutan
·         mis, kenaikan suhu atau takikardi pada fetus dan ibu
·         Nilai adanya indikasi untuk segera memulai persalinan

MANAJEMEN PADA KEHAMILAN ATERM (>37 MINGGU)
·         Hindari pemeriksaan dalam
·         Nilai adanya infeksi
·         Pertimbangkan pemberian antibiotika bila terjadi ketuban pecah dini yang telah lama
·      Manajemen aktif atau manajemen ekspektatif tergantung pada keadaan dan keinginan pasien

MANAJEMEN PADA KEHAMILAN PRETERM (34-37 MINGGU)
·         Hindari pemeriksaan dalam
·         Pertimbangkan steroid antenatal
·         Profilaksis antibiotik intrapartum
·         Pantau tanda-tanda infeksi secara klinis (nadi, suhu dan denyut jantung bayi)
·         Pemberian antibiotik yang sesuai bila terjadi korioamnionitis

MANAJEMEN PADA PRETERM (<34 MINGGU)
·         Hindari pemeriksaan dalam Steroid
·         Pemberian antibiotik antepartum dan intrapartum
·    Pantau tanda-tanda infeksi secara klinis (monitor suhu dan nadi ibu, denyut jantung janin, dan munculnya kontraksi uterus yang iritabel)
·         Pemberian antibiotik yang sesuai bila terjadi korioamnionitis
·         Pertimbangkan untuk merujuk ke pusat yang lebih memadai bila mungkin
·         Perawatan ekspektatif

ANTIBIOTIK YANG DIANJURKAN
·         Penicillin G 5 juta units q 4-6 h IV; atau
·         Ampicillin 2g IV dilanjutkan 1g q 4h; atau
·         Clindamycin 600 ng q 8hIV
            Ibu hamil dengan korioamnionitis membutuhkan antibiotik spektrum luas


Gambar. 1. Sterilisasi dalam perawatan alat-alat yang akan dipakai. (red.Kalferyl)


=============== [dr. Kalferyl, Sp.OG] ===================

Surabaya, 15 Februari 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar