• ||KONSULTASI KESEHATAN - WANITA||HAID||STRES||ANYANG"​||KESUBURAN||BUMIL||HEPATITIS||HIV-AIDS||

Jumat, 09 September 2011

KURETASE OBSTETRI DAN GINEKOLOG
Edited by
Kelompok F 2004
Bondowoso
KURETASE GINEKOLOG
Adl cara membersihkan hasil konsepsi memakai alat kuretase (sendok kerokan).
Sebelum melakukan kuretase, penolong harus melakukan pemeriksaan dalam utk menentukan letak uterus, keadaan serviks dan besarnya uterus, untuk mencegah terjadinya bahaya kecelakaan misalnya perforasi.
PERSIAPAN
Persiapan Penderita 
pemeriksaan umum
Pasang infus cairan sebagai profilaksis.
Penderita ditidurkan dalam posisi litotomi. Pada umumnya diperlukan anestesi infiltrasi lokal atau umum secara intravena dengan ketalar
Persiapan Alat-Alat Kuretase 
PERSIAPAN
Alat-alat kuretase disediakan dalam keadaan aseptik :
Speculum dua buah
Tampon tang
Kochel tang / tenaculum
Sonde uterus
Berbagai ukuran busi (dilatator) Hegar
Cunam abortus
Bermacam-macam ukuran sendok kerokan (kuret)
Kain steril, dan sarung tangan dua pasang
TEKNIK KURETASE
1.Tentukan letak rahim. Dg pemeriksaan dalam. Agar saat memasukkan alat-alat itu harus disesuaikan dengan letak rahim. Jangan terjadi salah arah (false route) dan perforasi.
2. Sondase . Masukkan sonde sesuai dangan letak rahim, tentukan dalamnya sonde. Caranya adalah setelah ujung sonde terasa membentur fundus uteri, telunjuk tangan kanan diletakkan / dipindahkan pada portio dan tariklah sonde keluar, lalu baca berapa cm.
3.Dilasi. Bila pembukaan serviks kurang lakukan dilatasi dengan Bougie Hegar. Pegang busi seperti memegang pensil,masukkan hati-hati sesuai letak rahim. Untuk mencegah kemungkinan perforasi usahakan memakai sendok kuret yang agak besar, dengan dilatasi lebih besar.
4.Cunam abortus. Jika terdapat jaringan, pakai cunam abortus untuk mengeluarkannya. Caranya, masukkan cunam abortus dalam keadaan tertutup. Saat terasa membentur fundus uteri, cunam ditarik sedikit dan dibuka kemudian jaringan ditarik dengan cunam.
5.Kuretase. Pakai sendok kuret agak besar. Memasukkan bukan dengan kekuatan,lakukan kerokan dimulai di bag. tengah. Pakai sendok kuret yang tajam karena lebih efektif dan lebih terasa sewaktu melakukan kerokan pada dinding rahim (seperti bunyi mengerok kelapa).
  Tanda bahwa sudah bersih adalah dari bunyinya, keluar darah merah segar dan berbusa.
Memegang, memasukkan, dan menarik alat-alat harus hati-hati, lakukanlah dengan lembut sesuai dengan arah dan letak rahim.
KURETASE PASCA PERSALINAN
Kuretase pasca persalinan menjadi khusus karena dilakukan setelah plasenta lahir dan sebagian dari jaringan plasenta masih melekat pada dinding kavum uterus. Uterus masih berukuran cukup besar dan lunak sehingga risiko tindakan ini cukup tinggi. Instrument atau sendok kuret yang dipergunakan adalah sendok besar dengan tangkai yang lebih panjang. Untuk fiksasi portio, digunakan klem ovum.
INDIKASI
Sisa plasenta
Sisa selaput ketuban
Gunakan Secara Hati-Hati Pada
Sisa plasenta dengan keadaan umum jelek atau dengan komplikasi :
Syok hipovolemik.
Syok septik.
Infeksi berat.
Sisa plasenta akreta yang melekat erat/tertanam pada dinding uterus.
LANGKAH KLINIK
PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS
PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN
Pasien
1. Cairan dan selang infus sudah terpasang. Disinfeksi vulva hingga abdomen
2. Uji fungsi dan kelengkapan peralatan resusitasi.
3. Siapkan kain alas bokong, sarung kaki dan penutup perut bawah
4.Medikamentosa:
Analgetik (pethidin 1-2 mg/kgbb, Ketamin HCL 0,5 mg/kgbb, Tramadol 1-2 mg/kgbb)
Sedativa (Diazepam 10 mg)
Atripin sulfat 0,25-0,50 mg/ml
Larutan aseptik (Povidon Iodin 10%)
Oksigen dengan regulator
Instrument:
Cunam tampon :1
Klem ovum (foester/fenster clamp) lurus : 2
Sendok kuret pascapersalinan: 1
Spekulum Sim’s atau L dan kateter karet: 2 dan 1
Tabung 5 ml dan jarum suntik No.23 (sekali pakai): 2
Penolong (Operator dan Asisten)
Baju kamar tindakan, apron, masker, dan kacamata pelindung : 3 set
Sarung tangan DTT/steril: 4 pasang
Alas kaki (sepatu/”boot” karet): 3 pasang.
Instrument:
Lampu sorot: 1
Mangkok logam : 2
Penampung darah dan jaringan: 1
PENCEGAHAN INFEKSI SEBELUM TINDAKAN
TINDAKAN
1.Instruksikan asisten untuk memberikan sedative dan analgetik.
2.Bila penderita tidak dapat berkemih, lakukan katerisasi.
3.Setelah kandung kemih dikosongkan, lakukan pemeriksaan bimanual. Tentukan besar uterus dan bukaan serviks.
4.Bersihkan dan lakukan dekontaminasi sarung tangan dengan larutan klorin 0,5 %.
5.Pakai sarung tangan DTT/steril yang baru.
6.Pasang spekulum Sim’s atau L, masukkan secara vertikal kemudian putar ke bawah.
7.Pasang spekulum Sim berikutnya, putar dan tarik ke atas sehingga portio tampak dengan jelas.
8.Minta asisten untuk memegang spekulum atas dan bawah, pertahankan pada posisinya semula.
9.Dengan cunam tampon, ambil kapas yang telah dibasahi dengan larutan antiseptik, bersihkan lumen vagina dan portio.
10.Ambil klem ovum yang lurus, jepit bagian atas portio.
11.Setelah portio terpegang baik, lepaskan spekulum atas.
12.Pegang gagang cunam dengan tangan kiri, ambil sendok kuret pascapersalinan dan masukkan hingga menyentuh fundus.
13.Minta asisten untuk memegang gagang klem ovum, letakkan telapak tangan pada bagian atas fundus uteri (sehingga penolong dapat merasakan tersentuhnya fundus oleh ujung sendok kuret).
14.Masukkan lengkung sendok kuret sesuai dengan lengkung kavum uteri kemudian lakukan pengerokan dinding uterus secara sistematis. Keluarkan jaringan plasenta (dengan kuret) dari kavum uteri.
15.Masukkan ujung sendok sesuai dengan lengkung kavum uteri, setelah sampai fundus, kemudian putar 180 derajat, lalu bersihkan dinding belakang uterus. Keluarkan jaringan yang ada.
16.Kembalikan sendok kuret ke tempat semula, gagang klem ovum dipegang kembali oleh operator.
17.Bersihkan sisa darah dan jaringan pada lumen vagina.
18.Lepaskan jepitan klem ovum pada portio.
19.Lepaskan spekulum bawah.
20.Lepaskan kain penutup perut bawah, atas bokong dan sarung kaki
21.Bersihkan sisa darah dan cairan tubuh dengan larutan antiseptik.
DEKONTAMINASI
CUCI TANGAN PASCA TINDAKAN
PERAWATAN PASCA TINDAKAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar